di satu pagi pikiran ini melayang pada sebuah pertanyaan.. “Sebenarnya, apa yang menjadi sumber ketakutanku?” yang membuatku harus berhenti sejenak.. mencoba mencari tempat berpijak, bahkan terkadang harus mundur beberapa langkah?
dan..aku menemukan jawabannya..
aku takut kehilangan.. Ya.. Aku takut sekali kehilangan
aku takut kehilangan imanku, itu pasti. Tapi adakah ketakutanku yang lain?
lalu.. ingatanku tertuju pada bayangan samar wajah orang-orang yang pernah, dan masih, menjadi bagian dari perjalananku.. orang-orang yang mewarnai emosiku.. membentukku menjadi seseorang, seperti saat ini.
ternyata.. tak cukup banyak kata terlontar.. bahkan untuk sekedar mengatakan.. betapa mereka sangat berharga.. betapa aku merindukan waktu-waktu yang pernah kujalani bersama mereka.. betapa aku ingin mereka ada disini, bersamaku.. mendengar cerita mereka tentang hari.. tentang emosi.. tentang kami..
juga.. tak cukup banyak waktu tercipta.. untuk sebuah kebersamaan.. untuk canda tawa.. untuk memahami.. untuk memaafkan..
ya.. aku takut..
takut hanya memiliki sedikit memori tentang mereka.. takut terlupa.. tentang cara mereka tersenyum.. cara mereka tertawa.. cara mereka marah.. cara mereka sedih.. dan.. cara mereka menyayangiku..
Apa yang menjadi sumber ketakutanmu, Kawan?

Deffitha, mungkin kita harus kembali mengjoreksi prilaku kita, mulai dari hal menampilkan apa-apa yang ada pada diri kita sesuai dengan harapan mereka, selalu menjadi yang terbaik setiap hari, selalu menampilkan canda tawa dan senyuman hangat tiap harinya, saling bercengkrama, uhh.. indahnya, kita hidup hanya sebentaar, begitu juga dengan mereka, orang-orang yang pernah mengenal kita,
April 16, 2009 @ 3:05 pmjadi manfaatkan waktu yanfg sebentar ini untuk membahagiakan orang disekitar kita, sebelum waktu kita selesai, yah…posting yang menarik dan menggugah…salam kenal..
takut pada Allah..
April 18, 2009 @ 11:06 pmTakut, karna kita terlalu sayang pada orang2 di sekitar kita.
Mei 18, 2009 @ 5:41 pm